Loading...

Rabu, 24 Februari 2010

Laporan Praktikum Elektronika Analog Indentifikasi Transistor

Laporan Praktikum Elektronika Analog
Indentifikasi Transistor

D
I
S
U
S
U
N
Oleh :
Nama : Rosa Irene Sinaga
NIM : 0805042090
Kelas : EK-3D



PROGARAM STUDI TEKNIK ELEKRONIKA
JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
2009

Lembar Pengesahan

Judul Percobaan : Indentifikasi Transistor
No. Percobaan : 1/ Lab. Elektronika Analog/ EK-3A/ 2009
Tanggal Percobaan : 09 Oktober 2009
Tanggal Penyerahan : 15 Oktober 2009
Nama Praktikan : Rosa Irene Sinaga
Nama Partnet : Putut Dwi Handoko
Yogi Jonathan
Zibril D. Saragih

Kelompok : I (Satu)
Instruktur : Henry Hasian LT
Manto
Nilai :
Keterangan :


























DAFTAR ISI


Lembar Pengesahan
Daftar Isi
Tujuan
Alat yang Digunakan
Pendahuluan
Cara Melakukan Percobaan
Data hasil Pengamatan
Analisa Data
Tugas dan Pertanyaan
Kesimpulan
Lampiran































TUJUAN
Setelah selesai percobaan ini, siswa dapat mengidentifikasi jenis trasoistor (NPN dan PNP)


ALAT YANG DIGUNAKAN
1. Multimeter biasa (SANWA) : 1 buah
2. Multimeter elektronik : 1 buah
3. Bermacam-macam transistor : 7 buah


PENDAHULUAN
Seperti kita ketahui, terdapat dua macam transistor junction : NPN dan PNP. Agar transistor dapat beroperasi dengan baik pada sustu rangkaian, transistor tersebut harus di beri bias dengan benar. Bila kita inginkan transistor bekerja di daerah aktif maka ‘junction emitter-base’ harus mendapat bias maju, sedangkan ‘juction collector –base diberi bias [ada transistor, terlebih dahulu kita harus mengetahui jenis dari transistor yang akan kita gunakan.

Terdapat suatu cara yang mudah untuk menentukan jenis transistor, yaitu menggunakan ohm meter. Jika kaki negative dari ohm meter (yang berhubungan dengan internal baterre), dihubungkan ke katoda dan kaki positif ke anoda, pada meter akan terbaca nilai resistansi yang rendah. Hal ini disebabkan, karena electron-elektron dapat secara mudah mengalir dari bagian n ke bagian p. Dengan perkataan lain, baterre di dalam meter memberi bias maju pada junction, tetapi jika polaritas kaki-kaki meter dibalik, meter akan membaca nlai resistansi yang tinggi, karena internal battere memberikan bias mundur pada junction. Cara yang sama dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis transistor (NPNatau PNP).

Kita perhatikan gambar 1-a. Misalkan, kita mengetahui bahwa kaki negative dari ohm meter (hitam) di hubungkana ke terminal negatif dari internal batere (Hal ini harus ditentukan sebelumnya).

GAMBAR RANGKAIAN



(a) BIAS MAJU UNTUK PNP JUNCTION (b) BIAS MUNDUR UNTUK PNP JUNCTION


(c) BIAS MUNDUR UNTUK PNP JUCTION (d) BIAS MAJU UNTUK PNP JUCTION

Jika ohm meter dihubungkan di antara emitter dan base seperti pada gambar 1-a, meter akan membaca nilai suatu resistansi yang rendah, karena dioda pada junction emitter-base mendapat bias maju. Tetapi jika kita mengubah hubungan, seperti gamabar 1-b, junction emitter-base di beri bias mundur maka meter akan membaca nilai resistansi yang sangat tinggi.
Hal tersebut di atas, adalah untuk transistor jenis npn. Untuk transistor jenis pnp, seperti gambar 1-c, terjadi hal yang sama hanya dalam arah yang berlawanan.
Pengetasan dengan ohm meter ini, kita lakukan juga terhadap “junction collector-base” dari setiap transistor.


CARA MELAKUKAN PERCOBAAN
1. Untuk percobaan ini, sediakanlah tujuh buah transistor dari bermacam-macam tipe yang berbeda.
2. Tentukanlah jenis transistor-transistor tersebut dengan multimeter biasa dan isilah tabel di bawah ini.
3. Ulangi langkah di atas, dengan menggunakan multimeter eletronik.




DATA HASIL PENGAMATAN

TRAN-
SISTOR NOMOR
TIPE
TRAN-SISTOR RESISTANSI TIPE
(NPN ATAU PNP)
E-B NEG-POS E-B POS-NEG C-B NEG-POS C-B POS-NEG
1 AD 162 7928 -  -  PNP
2 AC 128 135 -  -  PNP
3 BC 160 -  -  PNP
4 CDIL BC 161-16 -  -  PNP
5 BD 140 -  -  PNP
6 C2N222A  -  - NPN
7 739 2N3819 -  -  PNP

Ket : Polaritas yang di table adalah polaritas kaki-kaki transistor.

ANALISA DATA

1. Transistor AD 162 7928 berjenis PNP . Pada emitter-basis , emitter positif dan basis negatif , terjadi bias maju . Pada collector-basis , collector positif dan basis negatif , terjadi bias maju
2. Transistor AC 128 135 berjenis PNP . Pada emitter-basis , emitter positif dan basis negatif , terjadi bias maju . Pada collector-basis , collector positif dan basis negatif , terjadi bias maju
3. Transistor BC 160 berjenis PNP . Pada emitter-basis , emitter positif dan basis negatif , terjadi bias maju . Pada collector-basis , collector positif dan basis negatif , terjadi bias maju .
4. Transistor CDIL BC161-16 berjenis PNP . Pada emitter-basis , emitter positif dan basis negatif , terjadi bias maju . Pada collector-basis , collector positif dan basis negatif , terjadi bias maju .
5. Transistor BD 140 berjenis PNP . Pada emitter-basis , emitter positif dan basis negatif , terjadi bias maju . Pada collector-basis , collector positif dan basis negatif , terjadi bias maju .
6.. Transistor C2N2222A berjenis NPN . Pada emitter-basis , emitter negatif dan basis positif , terjadi bias maju . Pada collector-basis , collector negatif dan basis positif , terjadi bias maju .
7. Transistor 739 2N3819 berjenis PNP . Pada emitter-basis , emitter positif dan basis negatif , terjadi bias maju . Pada collector-basis , collector positif dan basis negatif , terjadi bias maju .


TUGAS DAN PERTANYAAN
1. Bandingkan pengamatan saudara dengan data transistor sebenarnya! Apakah ada perbedaan? Jelasakan!
2. Selain untuk mengetahui jenis transistor, pengetasan dengan ohm meter dapat dilakukan juga untuk mengetahuinya apakah transistor masih baik atau tidak. Jelaskan cara pengetesan ini !
3. Apakah ada cara yang lain untuk mengetahui jenis transistor dan baik/ buruknya?Jelaskan jawab saudara !
4. Dari percobaan ini, apakah kesimpulan saudara?

1. Tidak ada perbedaan pada data sebenarnya
2. Transistor di katakan rusak apabila tesled merah multimeter di hubungkan ke kaki basis dan tesled hitam di hubungkan ke kaki emittor kemudian jarum bergerak,kemudian jika tesled di tukar atau di balik jarum multimeter juga bergerak transistor di katakan bocor,namun jika tidak bergerak dari kedua percobaan tersebut transistor di katakan putus.Dan apabila salah satu dari keadaan tersebut jarum bergerak dan ada yang tidak bergerak transistor di nyatakan bagus.
3. Tidak ada. Karena transistor hanya dapat di uji dengan multimeter


KESIMPULAN
Untuk menggunakan sebuah transistor kita harus bisa menentukan jenis transistor tersebut, selain itu kita juga harus tahu menentukan kaki-kaki transistor (basis,collector dan emitternya) karena apabila semuanya itu salah maka rangkaian kita akan gagal.
Cara mengetahui transistor jenis PNP atau NPN, anda harus menggunakan multimeter.Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam menentukan transistor jenis PNP atau jenis NPN adalah sebagai berikut :
- Hubungkan tesled hitam (+) pada salah satu kaki transistor.
- Kemudian hubungkan tesled merah (-) pada kedua kaki lainnya secara bergantian. Apabila jarum bergerak pada keadaan keduanya maka transistor tersebut NPN, jika jarum bergerak hanya pada salah satu keadaan maka ganti pencolok hitam menjadi merah dan lakukan yang sama.
- Jika jarum bergerak pada kedua kakinya yang lain maka transistor itu bocor,jika jarum tidak bergerak sama sekali maka transistor tersebut putus.
Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menentukan basis,kolektor maupun emitternya yaitu:
1. Dengan teori segitiga kita dapat menentukan basisnya,namun cara ini tidak bisa kita gunakan jika kaki transistor berbentuk segitiga sama sisi.
2. Ada juga transistor yang kaki emittornya di beri tanda titik atau kuping.
3. Cara yang paling efektif adalah menggunakan multimeter. Ketika kita telah menentukan basisnya,kita bisa menentukan kolektor dan emittornya dengan cara mengukur besar resistansinya. Resistansi basis-kolektor lebih besar daripada basis-emittor.









LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar